Abstrak
Dengan terus meningkatnya populasi kendaraan bermotor di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencapai rata-rata 11,6% pertahunnya, menyebabkan peningkatan polusi terhadap lingkungan dan meningkatnya kemacetan lalu lintas. Selain sebagian besar waktu disita oleh kemacetan lalu lintas, konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor tersebut juga meningkat. Gas buang sisa pembakaran BBM mengandung bahan-bahan pencemar sepertiSO2 (Sulfur Dioksida), NOx (Nitrogen Oksida), CO (Karbon Monoksida), VHC (Volatile hydrocarbon), SPM (Suspended Particulate Matter) dan partikel lainnya. Bahan-bahan pencemar tersebut dapat berdampak negatif terhadap manusia ataupun ekosistem bila melebihi konsentrasi tertentu.
Oleh karena itu perlu suatu strategi yang tepat dalam penggunaan energi di sektor transportasi untuk mengurangi emisi polutan ini sehingga penggunaan energi dapat tetap ramah terhadap lingkungan. Salah satu upaya penting dalam rangka menciptakan sistem transportasi angkutan angkutan umum yang ramah lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti bioetanol dan biodiesel.
Kata Kunci: energi, transportasi, pencemaran udara