Analisis Kecelakaan Kerja di Stasiun Pengisian Tabung LPG

ABSTRAK

Semenjak mulai dihilangkannya subsidi terhadap harga BBM, maka Pemerintah Republik Indonesia mulai melaksanakan program konversi penggunaan minyak tanah yang digantikan dengan LPG. Program nasional pengalihan ke elpiji akan dilaksanakan dengan mengalihkan subsidi ke LPG tabung 3 kg yang direncanakan secara bertahap pada 2007 s/d 2012. Hal ini tentu semakin menambah jumlah produksi stasiun pengisian tabung LPG dalam memenuhi kebutuhan masyarakat mencukupi kebutuhan energinya, setelah minyak tanah ditarik dari peredaran. Meningkatnya produksi mengakibatkan para pekerja di stasiun pengisian tabung LPG bertambah bebannya untuk memenuhi permintaan LPG tersebut. Kecelakaan kerja yang sering terjadi di stasiun pengisian LPG adalah menghirup debu, menghirup gas elpiji, terpeleset, terjepit tabung, terjatuh, mata kemasukan debu dan tertindih tabung.

Melalui pengenalan, pengetahuan serta pengalaman mengenai faktor penyebab, sumber bahaya, data dan, penyelidikan kasus-kasus kecelakaan, sekaligus juga melakukan analisis yang mendalam, maka identitifikasi tentang jenis dan macam sumber bahaya kecelakaan kerja dapat lebih mudah dilakukan. Upaya perbaikan secara teknis pada semua proses produksi lebih ditujukan ke arah upaya pencegahan kecelakaan, bukan sekedar perbaikan untuk teknis operasional belaka. Hal ini tentunya akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pekerja yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan.

Kata Kunci: kecelakaan, keselamatan, kesehatan, kerja,  stasiun pengisian, tabung LPG


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.